Pangeran Sultan, Astronot Muslim Pertama Yang Tetap Berpuasa Dan Khatamkan Al-Quran Di Luar Angkasa

 

Pangeran Sultan bin Salman yang merupakan anak dari Raja Salman adalah astronot muslim dan Arab pertama di dunia. Bahkan ketika menjalankan misinya 35 tahun lalu, ia tetap berpuasa Ramadhan di luar angkasa.

Dalam bukunya yang berjudul “Seven Days in Space”, Sultan mengungkapkan pengalamannya saat menjalankan misi di tengah bulan Ramadhan. Dimuat Anadolu Agency, Kamis (30/4), ia dan tujuh awak lainnya, termasuk astronot dari Amerika dan Prancis, menjalankan misi luar angkasa dengan pesawat ulang-alik yang diluncurkan pada 17 Juni 1986.

Itu adalah hari ke-29 Ramadhan. Meski fatwa almarhum Mufti Kerajaan, Syekh Abdulaziz bin Baz menyatakan Sultan dibebaskan untuk puasa selama perjalanan, ia ternyata tetap berpuasa, Puasa hari pertamanya adalah ketika ia berada di ketinggian 387 km di atas permukaan bumi atau di atas American Space Shuttle Discovery.

Pada saat itu Sultan mengaku merasa lelah karena kurang tidur. Pasalnya dalam kondisi tanpa gravitasi, sulit untuk mendapatkan tidur penuh yang normal.

Ia kemudian berbuka berdasarkan perhitungan kalender Florida. Buka puasa pertamanya di luar angkasa adalah ayam asam manis. Sultan mengungkapkan, untuk berpuasa di luar angkasa tidak lah lebih sulit daripada shalat di pesawat ulang alik.